Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan
Informatika (Dirjen SDPPI) Muhammad Budi Setiawan mengungkapkan,
Smartfren selaku operator CDMA yang ada di frekuensi 1900 Mhz sudah
dikabarkan agar segera pindah ke spektrum 2300 Mhz.
"Sudah
diberitahu ke operator di situ bahwa kami akan kosongkan spektrum 1900
Mhz untuk satelit. Jadi PCS 1900 akan digeser, kami sudah tawarkan untuk
pindah ke 2300 Mhz," kata Budi di acara jumpa pers yang digelar di
kantor Kominfo.
Budi memaparkan spektrum 2300 Mhz yang sebelumnya
digunakan untuk layanan WiMax sekarang ini sudah dijadikan teknologi
netral yang memungkinkan semua teknologi komunikasi diterapkan pada
spektrum itu. Akan tetapi, ia khawatir nantinya akan memicu kecemburuan
dari operator WiMAX yang tak mendapat izin menggelar layanan selular.
"Kendalanya
kalau dipindah ke 2300 Mhz ada operator ex-WiMAX yang sekarang punya
lisensi BWA. Masa Smartfren baru pindah kesitu dapat izinnya selular,
sedangkan lisensi mereka gak bisa telepon, kami sedang pikirkan jalan tengahnya," tambah Budi.
Budi
juga menyingkap bahwa pihaknya sedang mencari opsi terbaik yang bisa
dilakukan. Akan tetapi, menurut Budi menaikkan izin lisensi operator BWA
menjadi operator selular dinilai akan memperburuk kondisi industri
selular Tanah Air.
"Salah satu opsinya operator BWA juga dapat
izin selular, tapi kami khawatir nanti malah makin banyak operator
selular padahal kami lagi usahakan berkurang. Kita akan lihat nanti
kebijakannya yang terbaik seperti apa," tandas Budi. (den/dew)
Sumber : http://tekno.liputan6.com

0 komentar:
Posting Komentar